riyadlussholihin.net – robolinggo, 6 November 2025 — Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin kembali menggelar Ujian Dars (Dirosatul Idhofiyah Riyadlus Sholihin) yang ke-4 dengan penuh semangat. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan pesantren yang bertujuan untuk mengukur kemampuan santri dalam memahami materi pelajaran yang telah dipelajari selama satu bulan terakhir.
Dars terbagi menjadi berbagai bidang keilmuan, di antaranya:
– LPBA (Lembaga Pengembangan Bahasa Arab) yang berfokus pada peningkatan kemampuan berbahasa Arab.
– MTQK (Markazut Ta’hil Liqiroatil Kutub) yang menekankan pada pendalaman kitab kuning.
– REC (Riyash English Club) yang berfokus pada pengembangan bahasa Inggris.
– JM (Jam’iyyatul Mubalighin) yang melatih kemampuan santri dalam berpidato dan berdakwah.
– JAMQUR (Jam’iyyatul Qurro’) yang berfokus pada pengembangan tilawah Al-Qur’an.
– FOKAL (Forum Kaligrafi Al-Qur’an) yang menumbuhkan bakat santri dalam seni kaligrafi.
– SIGARIS (Santri Grafis Riyadlus Sholihin) yang mengasah kemampuan santri di bidang desain grafis agar tidak tertinggal dalam dunia digital.
– PBTQ (Program Baca Tulis Qur’an) yang membantu santri dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an.
– LPTQ (Lembaga Pembelajaran Tahfidzul Qur’an) yang berfokus pada hafalan Al-Qur’an.
Kegiatan ujian berlangsung selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis, 5–6 November 2025, di berbagai ruang belajar pesantren. Sejak pagi hari, para santri tampak antusias mempersiapkan diri. Suasana pesantren pun terasa lebih tenang dan khidmat, menandakan kesungguhan mereka dalam menghadapi ujian di sore harinya.
Selama pelaksanaan, para pengajar turut mengawasi jalannya ujian di masing-masing bidang untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar. Beberapa ustadz menyampaikan bahwa Ujian Dars tidak hanya menjadi sarana penilaian akademik, tetapi juga latihan kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab bagi para santri.
> “Melalui Ujian Dars ini, kami ingin melihat sejauh mana perkembangan santri selama satu bulan terakhir, baik dalam penguasaan materi maupun dalam sikap dan adab belajar mereka,” ujar salah satu pengajar bidang LPBA.
Selain itu, Ujian Dars juga menjadi ajang bagi para santri untuk menumbuhkan semangat kompetitif yang sehat antarbidang. Setiap santri berusaha menampilkan hasil belajar terbaik sebagai bentuk tanggung jawab terhadap ilmu yang telah diajarkan oleh para ustadz.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sistem evaluasi rutin bulanan di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin. Melalui Ujian Dars, diharapkan para santri semakin terdorong untuk meningkatkan kualitas belajar mereka, baik dalam bidang bahasa Arab, pemahaman kitab, bahasa Inggris, tahfidz, maupun kemampuan lainnya.
Dengan terselenggaranya Ujian Dars ke-4 ini, pesantren berharap seluruh santri dapat terus menjaga semangat belajar, memperbaiki kekurangan, serta menguatkan tekad untuk menjadi generasi santri yang berilmu, beradab, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Penulis: Muhammad Sahril Arifin
Tinggalkan Balasan