riyadlussolihin.net – Probolinggo, 8 November 2025 — Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin menggelar pembacaan Yasin, Tahlil, dan Maulid dalam rangka mengenang 100 hari wafatnya Syekh Abdul Kadir Al-Habsyi, putra pertama dari Habib Hadi bin Muhammad Al-Habsyi.
Ribuan jamaah dari berbagai daerah hadir memadati area pesantren untuk turut serta dalam majelis penuh keberkahan tersebut. Para alumni, muhibbin, serta santri Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin juga berperan aktif dalam menyukseskan jalannya acara.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Habib Ali, Habib Hadi, serta para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat lainnya. Suasana khidmat dan penuh keharuan menyelimuti pembacaan Yasin, Tahlil, dan Maulid yang dilantunkan bersama dengan penuh kekhusyukan.
Sy Abdul Kadir Al-Habsyi dikenal sebagai sosok yang loman (dermawan) dan humoris, sehingga banyak orang merasa kehilangan atas kepergian beliau. Sifatnya yang ramah dan suka membantu menjadikan beliau dicintai oleh para santri dan masyarakat sekitar.
Sebagai penutup, acara diakhiri dengan tausiyah oleh Habib Mustofa dari Surabaya. Dalam salah satu petikan ceramah beliau, disampaikan bahwa sesungguhnya sebelum kita dilahirkan, Allah telah menetapkan amal dan takdir kita — apakah kelak kita menjadi penghuni surga atau neraka. Namun, kapan kita mengetahui takdir tersebut? Kita baru akan mengetahuinya ketika kita telah meninggal dunia.
Kegiatan ini menjadi bentuk cinta dan penghormatan kepada almarhum Sy Abdul Kadir Al-Habsyi, sekaligus ajang mempererat ukhuwah antar pecinta habaib dan para santri di lingkungan Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin.
Tinggalkan Balasan